Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Edelwies

awalan cakrawala membentang luas di dataran tinggi, di dekat langit, dua hari bergelut dengan dingin dan pans, menerjang batu dan rerumputan, hewan-hewan liar serta jiwa-jiwa dunia yang berbeda,, kasar kaki, sempoyongan badan serta lengketnya kulit, adalah saksi bisu sebuah perjuangan,, dau hari bergelut dengan waktu, dengan harapan-harapan indah, ada disana, di pucak gunung lawu,, kurabah setiap renjolan batu untuk aku bertahan, kusikap pepohonan, tempat untk aku berteduh, mengambil nafas, perjalanan yang indah dengan seribu mata yang tidak aku ketahui, penguasa alam jiwa ini memang lemah, tapi tidak ketika bersentuhan dengan kuasa-Nya,, aku telah berkesempatan untuk mengerti,dan mengetahui aku telah berkesempatan untuk melihat, aku telah berkesempatan untuk memetiknya, dengan agak pilu aku menjaganya, dari rusak dan ketidak indahan, kujaga dari angin, air dan benturan yang merusak estetika karunia terhadapnya, aku telah berkesempatan untuk memberikanya,, ada di...

jika aku melangkah

jika aku terlalu jauh melangkah, biarkan aku berhenti untuk sekedar melihatmu, apakah kamu masih mau menyusulku, mengingatkanku pada kebenaran,, menunjukanku pada kesabaran, dan menenangkanku dari hawa panas dunia.. jika aku melangkah terlalu jauh, biarkan aku berhenti sejenak, untuk sekedar melihatmu sekali lagi, apakah kamu masih mau mengikutiku, mamastikan kamu akan menyusulku, menemani ku disampingku,, mengisi sela-sela jariku, melengkapi setiap kata-kata yang keluar dari mulutku, jika aku melangkah terlalu jauh, biar aku menunggumu sekali lagi, memastikan kesungguhanku kepadamu, memastikan harapan besarku terhadapmu, memastikan akan ada hal baik anara aku denganmu,, jika aku menunggumu, kamu juga tak kunjung datang, dan matahari sudah mulai beranjak dari ketinggian, lalu aku akan pulang, beranjak mengikuti, akan aku tinggalkan sebuah tanda disana, jika suatu saat kamu menyusulku kamu bisa sampai kepadaku,, ikuti tanda itu supaya kamu bisa menyusulku,, jika ...

Aku titipkan rinduku

aku titipkan rinduku pada dunia pagi, pada suasana-suasana hening, pada udara segar dan pada sejuknya embun yang murni,, aku titipkan rinduku pada hamparan tanaman padi di sawah, tempat aku berjalan ke sekolah, tempat aku bermain menghabiskan waktu,, padang lautan daun itu telah menghasilkan ribuan kisah, kisah hidupku yang begitu berwarna, dari kejahatan kelas keong, sampai kebaikan kelas dewa pernah terukir disana, ada rasa untuk aku memeluk kembali padang dan lautan embun karanggede itu, aku titpkan rinduku pada lautan embun, tempat dimana tumpah darah pertama ini mengalir, menghabiskan jeritan-jeritan penuh kasih sayang, meramaikan suasana hening pagi, memecahkan suasana, membangunkan jiwa-jiwa yang terbang kembali ke asalnya aku titipkan rindu pada petok ayam yang memutuskan aku dari dalam jerat mimpiku pada suasana haru karena kicauan burung masih ingin memuatku haru, suasana pagi dengan segelontong dedauan kering yang dibakar, bau asap yang menjadikan aku ...

sajak sederhana

kini aku sadar, malam memang indah, tapi tak seindah puisi yang telah dilantunkan oleh detak jarum jam di dini hari ... tak sesejuk suara air kran yang menetes pelan dalam kamr mandi di malam yang sunyi,, inilah hidup, kesederhanaan akan menjadi permata yang pancaranya lebih indah dari sesuatu yang iindah, inilah jiwa-jiwa sederhana,, keberadaanya adalah permata yang tersembunyi, yang mampu membuat detak kagum jantung ini, jiwamu sederhana, aku tahu itu, dan aku suka itu, diamana kamu,, aku ingin kamu..

kursi putar

sebelum aku benar-benar melangkah dari tempat yang suatu saat akan aku rindu, sebelum aku beranjak dari tempat yang suatu saat akan selalu teringat,, biar sedikit dari pandangan mata ini yang mulai meredup, jemari yang kian keropos, lemah tak berotot, memberikan pandangan dan sentuhan yang sedikit berbeda, paling tidak untuk bisa membuat mata ini meneteskan air,, dan mulut ini sedikit menganga, menahan rasa.. kalau saja otak ini masih bisa bertahan, biarkan ia berjalan panjang,, menembus batas-batas kehidupan yang sebenanya tidak kita mengerti,, membuka pintu-pintu yang kemngkinan tidak akan kita lewati, berharap ada sesuatu yang bisa dijadikan sebagai patokan,, paling tidak untuk aku bisa mengingat,, kursi putar yang kini tidak lagi empuk, akan tetap aku biarkan untuk dia-dia para generasi penerus, yang aku sendiri juga tidak tau siapa.. semoga mereka mengingatku, paing tidak wajahku, atau mungkin juga namaku,, atau cerita tentang aku, jika memang aku berkesan, jik...

sajak kamar mandi

tempat dimana aku melakukan penobatan diri, merefleksi dari segala kejadian dalam diri, imajinasi berkembang, meronta membentuk bayang-bayang yang menerobos segala bidang, semua kebaikan, keburukan melekat dalam satu ruang sempit yang bersekat, memathakan segala kesadaran yang nyata, raiosnal otak, jiwa dan hati hanyut dalam emosi, hanya ada satu kendali untuk merubah diri,, waktu, kepercayaan dan Tuhan yang terang bisa saja mati, yang gelap bisa saja bersinar,, hanya suasanalah yang akan membawa kemungkinan, hanya kemungkinan yang akan membuka peluang hanya peluang yang akan menghasilkan perbuatan.. keluar dalam keadaan redup, menyesal atau keluar dalam keadaan terang, cemerlang,, adalah akibat peperangan dari hati, nurani dan emosi..

Hati Kecil

menarik-narik, mengajak pikiran berkelana,, menarik mengajak pikiran meronta, membuat impian sederhana, membuat hati kecil dari ayah dan bunda tersenyum, meski kecil.. aku disini , lahir sebagai anakmu bunda, ijinkanlah aku sedikit berkelumit tentang rasa hidup.. menikmati waktu bahagia yang sempit, karena hanya sisa dari rasa.. ijinkanlah diri ini untuk tetap bermimpi, membuka ruang-ruang baru, membuka rahasia hidup yang tidak akan pernah habis, membuka jalan-jalan baru, membuka hati kecil, untuk bisa melakukan dan memberi setetes warna yang berbeda dari bumi ini..