aku semakin terasing disini, wajahku biru, nampak layu ketika harus bertatapan dengan seribu wajah yang selalu mengacuhkanku ingin aku berbicara, menentang segala tingkahnya, apalah daya, bahasaku hanya untuk Tuhan, Dialah yang mengerti, meski tak pernah juga membalasnya,, ingin rasanya tanganku meraihnya, memukul wajahnya yang angkuh dengan tanganku, dengan kakiku,, apalah daya, aku hanya bisa berbaring menikmati bumi bertingkat dua, hanya Tuhan yang bisa kuraih,, aku tak tau bagaimana harus bertingkah, melindungi jiwa,, sedih, iri rasanya ketika harus melihat mereka berlari, melompat menangkap awan,, sedih, iri rasanya ketika harus melihat mereka bernyanyi, meminta, memanja,, sedih, iri rasanya ketika melihat mereka bisa berpamer terhadap keindahan dirinya