Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Duniaku, Kehidupanku

aku semakin terasing disini, wajahku biru, nampak layu ketika harus bertatapan dengan seribu wajah yang selalu mengacuhkanku ingin aku berbicara, menentang segala tingkahnya, apalah daya, bahasaku hanya untuk Tuhan, Dialah yang mengerti, meski tak pernah juga membalasnya,, ingin rasanya tanganku meraihnya, memukul wajahnya yang angkuh dengan tanganku, dengan kakiku,, apalah daya, aku hanya bisa berbaring menikmati bumi bertingkat dua, hanya Tuhan yang bisa kuraih,, aku tak tau bagaimana harus bertingkah, melindungi jiwa,, sedih, iri rasanya ketika harus melihat mereka berlari, melompat menangkap awan,, sedih, iri rasanya ketika harus melihat mereka bernyanyi, meminta, memanja,, sedih, iri rasanya ketika melihat mereka bisa berpamer terhadap keindahan dirinya

Syair Bulan

Juli ada karena Juni, begitulah Tuhan mengisahkan perjalanan ini, membuat sesuatu berurutan supaya indah dan mudah dimengerti,,, menerima sesuatu yang baru datang, dan mengikhlaskan sesuatu yang lain untuk pergi.. Juni untuk Juli, Juli untuk agustus, dan setersusnya, semua akan berlalu seperti mata dadu, sambung menyambung,, dan akan berujung,, jika kamu merindukan juni kembali, berlarilah melewati bulan-bulan masa depan hingga Mei,, di akhir mei, kamu akan ditunjukan Juni..

Hari

hari kau telah menyitaku,, membuat waktuku terhenti untuk memikirkan sesuatu tentang kehidupan, mengajaku memikirkan sesuatu tentang mimpi, tentang  kepedulian dan tentang pengorbanan,, kau membuatku lelah untuk berhenti dan mengajaku berjalan, menemui kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita ketahui, mendekat padanya dan mengenalinya,, membawa kita beranjak dari suau ketiadaan menjadi sejarah.. hari kini kau ada bersama ku, mengajarkanku tentang hidup dan kau telah mengenalkanku kepada kebahagiaan, mengajariku untuk berkorban dan menyuruhku untuk pengertian hari kau telah membuat diriku mejadi ada, paling tidak untuk saat ini , ketika jiwa ini masih mampu bersamamu,,