aku semakin
terasing disini,
wajahku biru,
nampak layu ketika harus bertatapan dengan seribu wajah yang selalu
mengacuhkanku
ingin aku
berbicara, menentang segala tingkahnya,
apalah daya,
bahasaku hanya untuk Tuhan, Dialah yang mengerti, meski tak pernah juga
membalasnya,,
ingin rasanya
tanganku meraihnya, memukul wajahnya yang angkuh dengan tanganku, dengan
kakiku,,
apalah daya, aku
hanya bisa berbaring menikmati bumi bertingkat dua, hanya Tuhan yang bisa
kuraih,,
aku tak tau
bagaimana harus bertingkah, melindungi jiwa,,
sedih, iri
rasanya ketika harus melihat mereka berlari, melompat menangkap awan,,
sedih, iri
rasanya ketika harus melihat mereka bernyanyi, meminta, memanja,,
sedih, iri
rasanya ketika melihat mereka bisa berpamer terhadap keindahan dirinya
Komentar
Posting Komentar