Jenuh berada dalam titik..
Siapa ya aku ini.?
Kenapa sekarang aku bisa da di sini.?
Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,,
Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,,
Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu
Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,?
Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu..
Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,,
Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata kamu adakah orang yang semangat, semangat dalam berjuang, bahkan menjadi inspirasi orang-orang lain di sekitar, aku sebagai tombak dalam hidup mereka, sebagai penyemangat,, orang yang tak kenal lelah, apalah kata-kata anggun yang mereka ucapkan,, tentang aku,, kini semua tak lagi terucap..
Jiwa yang membosankan, jiwa yang tak bertulang, jiwa yang melayang, jiwa yang tidak tahu siapa dirinya,, membosankan,,,
Kadang ku coba mencari sensasi, berpetualangan hal yang aneh-aneh yang dulu mampu membuatku menjadi manusia yang unik, yang menyenangkan bagiku, yang mereka juga tidak tahu rasa itu, tapi sekarang , saat ini semuanya tak berarti lagi,, ada dimensi lain yang membuatku menjadi seperti ini, dimensi membosankan yang membelenggu...
Dulu, ketika aku menghadap pada-Nya, dunia begitu luas, hati menjadi begitu terhampar diantara luasnya langit yang membentang, dimana semilirnya angin mampu membuat semuanya indah, hati menjadi sejuk, bersih, semua udara rasanya segar, semua permasalahan seakan-akan menjadi minuman yang menyegarkan, walaupun haya sesaat, tetapi begitu terasa,, tapi sekarang ini, wujud ritualku kepadanya seakan tak berarti bagiku, aku yang berharap mendapatkan kesejukkan dari semua itu kini hanya menjadi omongkosong, jiwaku tak mampu lagi menembus batas-batas rasa syukur yang dalam, yang begitu menyejukkan, yang begitu menyegarkan, yang begitu membuat dunia menjadi semakin indah,,
Aku tidak bisa,, titik juenuh telah membuatku mejadi manusia paling mmenderita sedunia,, menjadi manusia yang tak ber-raga, menjadi manusia yang kosong, menjadi manusia yang tak punya rasa,, gila- gila.... ahh,, sress aku ....
Selesaikan lah titik jenuhku ini Tuhanku Ya Allah,, supaya aku mampu kembali lagi menjadi Aku yang Aku, Aku yang menginspirasi Kamu, Kamu dan Kamu yang lainya,, Aku sudah muak dengan kejenuhan semua ini,,,
Teteskanlah Benih HIDAYAH MU ya, Allah... Pleaase,,,,, pleaseee bangeeet......
Siapa ya aku ini.?
Kenapa sekarang aku bisa da di sini.?
Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,,
Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,,
Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu
Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,?
Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu..
Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,,
Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata kamu adakah orang yang semangat, semangat dalam berjuang, bahkan menjadi inspirasi orang-orang lain di sekitar, aku sebagai tombak dalam hidup mereka, sebagai penyemangat,, orang yang tak kenal lelah, apalah kata-kata anggun yang mereka ucapkan,, tentang aku,, kini semua tak lagi terucap..
Jiwa yang membosankan, jiwa yang tak bertulang, jiwa yang melayang, jiwa yang tidak tahu siapa dirinya,, membosankan,,,
Kadang ku coba mencari sensasi, berpetualangan hal yang aneh-aneh yang dulu mampu membuatku menjadi manusia yang unik, yang menyenangkan bagiku, yang mereka juga tidak tahu rasa itu, tapi sekarang , saat ini semuanya tak berarti lagi,, ada dimensi lain yang membuatku menjadi seperti ini, dimensi membosankan yang membelenggu...
Dulu, ketika aku menghadap pada-Nya, dunia begitu luas, hati menjadi begitu terhampar diantara luasnya langit yang membentang, dimana semilirnya angin mampu membuat semuanya indah, hati menjadi sejuk, bersih, semua udara rasanya segar, semua permasalahan seakan-akan menjadi minuman yang menyegarkan, walaupun haya sesaat, tetapi begitu terasa,, tapi sekarang ini, wujud ritualku kepadanya seakan tak berarti bagiku, aku yang berharap mendapatkan kesejukkan dari semua itu kini hanya menjadi omongkosong, jiwaku tak mampu lagi menembus batas-batas rasa syukur yang dalam, yang begitu menyejukkan, yang begitu menyegarkan, yang begitu membuat dunia menjadi semakin indah,,
Aku tidak bisa,, titik juenuh telah membuatku mejadi manusia paling mmenderita sedunia,, menjadi manusia yang tak ber-raga, menjadi manusia yang kosong, menjadi manusia yang tak punya rasa,, gila- gila.... ahh,, sress aku ....
Selesaikan lah titik jenuhku ini Tuhanku Ya Allah,, supaya aku mampu kembali lagi menjadi Aku yang Aku, Aku yang menginspirasi Kamu, Kamu dan Kamu yang lainya,, Aku sudah muak dengan kejenuhan semua ini,,,
Teteskanlah Benih HIDAYAH MU ya, Allah... Pleaase,,,,, pleaseee bangeeet......
Komentar
Posting Komentar