Langsung ke konten utama

Menuju ke 20,, harapan baru,,

tak ku sangka waktu begitu cepat berjalan,,
setapak-demi setapak telah terlalui dengan tiada sadar,
harapan-harapan yang telah hilang tak tau kemana sekarang,,
ada yang sudah muncul menjadi realita,
ada juga yang tenggelam di telan massa.,

yah, dunia ini memang terlalu luas tuk di arungi,
semua warna yang ada tak mampu tuk di sebutkan satu perstau namanya,,

aku yang di sini berdiri menginjakkan kaki di atas awan,,
berusaha untuk kembali ke bumi dimana awal ku berpijak,,
supaya aku bisa berdiri kokoh,,
supaya aku bisa menjadi aku yag seharusnya aku..

saat jiwa ini mulai lemah dalam mengais sisa-sisa hidup,,
akan ada seorang malaikat yang membangkitkanku dengan kasih sayangnya,,
hingga aku tak lagi mengais sisa-sisa hidup, tapi melanjutkan karya hidup,,
itulah cita-cita.

menjadi manusia payah tak harus selamanya,
ada saat yang harus bisa merubanhnya,,
pekikian-pekikan maut yang mengguncang akan menjadi penyemangat,,
seruan-seruan kemanusiaan akan menjadi pembangkit,,

sudah terlalu lama aku berjalan,, mana karya nyata?
kini hidup menjadi hal yang dilematis,,
kepekaan dan kepekikkan terhadap arus masa tak mampu ku ikutii,,
aku hanya tenggelam di sudut-sudut keramaian kota yang indah,,

melepaskah hari-hari penat untuk mengisi jiwa yg bocor,,
apalah guna, jika lubang sebesar mata uang, namun setetes air itu jatuh,,

sekarang sedang menjalani hidup yang seperti apa,,
itlah yang akan ku rajut,,
menjadi manusia yang benar-benar aku,,
akan ku lanjutkan semangat hidup masa SMA ku,,,
aku berjanji...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...