aku titipkan rinduku pada dunia pagi,
pada suasana-suasana hening,
pada udara segar dan pada sejuknya embun yang murni,,
aku titipkan rinduku pada hamparan tanaman padi di sawah,
tempat aku berjalan ke sekolah,
tempat aku bermain menghabiskan waktu,,
padang lautan daun itu telah menghasilkan ribuan kisah,
kisah hidupku yang begitu berwarna,
dari kejahatan kelas keong, sampai kebaikan kelas dewa pernah terukir disana,
ada rasa untuk aku memeluk kembali padang dan lautan embun karanggede itu,
aku titpkan rinduku pada lautan embun,
tempat dimana tumpah darah pertama ini mengalir,
menghabiskan jeritan-jeritan penuh kasih sayang,
meramaikan suasana hening pagi, memecahkan suasana,
membangunkan jiwa-jiwa yang terbang kembali ke asalnya
aku titipkan rindu pada petok ayam yang memutuskan aku dari dalam jerat mimpiku
pada suasana haru karena kicauan burung masih ingin memuatku haru,
suasana pagi dengan segelontong dedauan kering yang dibakar,
bau asap yang menjadikan aku mengerti rasa, menjadi diri sendiri,
aku titipkan rinduku pada sungai,
pada kerang-kerang hitam yang dulu aku makan,
pada ikan-ikan yang berenang dan mati karena potasium,
berlari mengejar harapan, menyambung hidup menuntaskan mimpi-mimpi yang selalu saja berubah
aku terlahir disana, tumpah darahku yang kini kurindu,
desa sejutah kisah, sejuta harapan,
desa sejuta warna, sejutah perjuangan dan kebahagiaan,
aku titipkan rinduku...
Komentar
Posting Komentar