Langsung ke konten utama

Aku titipkan rinduku



aku titipkan rinduku pada dunia pagi,
pada suasana-suasana hening,
pada udara segar dan pada sejuknya embun yang murni,,
aku titipkan rinduku pada hamparan tanaman padi di sawah,
tempat aku berjalan ke sekolah,
tempat aku bermain menghabiskan waktu,,

padang lautan daun itu telah menghasilkan ribuan kisah,
kisah hidupku yang begitu berwarna,
dari kejahatan kelas keong, sampai kebaikan kelas dewa pernah terukir disana,
ada rasa untuk aku memeluk kembali padang dan lautan embun karanggede itu,

aku titpkan rinduku pada lautan embun,
tempat dimana tumpah darah pertama ini mengalir,
menghabiskan jeritan-jeritan penuh kasih sayang,
meramaikan suasana hening pagi, memecahkan suasana,
membangunkan jiwa-jiwa yang terbang kembali ke asalnya

aku titipkan rindu pada petok ayam yang memutuskan aku dari dalam jerat mimpiku
pada suasana haru karena kicauan burung masih ingin memuatku haru,
suasana pagi dengan segelontong dedauan kering yang dibakar,
bau asap yang menjadikan aku mengerti rasa, menjadi diri sendiri,

aku titipkan rinduku pada sungai,
pada kerang-kerang hitam yang dulu aku makan,
pada ikan-ikan yang berenang dan mati karena potasium,
berlari mengejar harapan, menyambung hidup menuntaskan mimpi-mimpi yang selalu saja berubah

aku terlahir disana, tumpah darahku yang kini kurindu,
desa sejutah kisah, sejuta harapan,
desa sejuta warna, sejutah perjuangan dan kebahagiaan,
aku titipkan rinduku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...