Langsung ke konten utama

Pantaskanlah dirimu Hingga kamu layak untuk mendapatkan sesuatu yang pantas untukmu

Pernahkah kita berfikir akan sesuatu hal yang pernah atau sudah kita dapatkan dalam mipi-mimpi kita yang lalu..  dan pernakah kita juga berfikir apa-apa yang masih di dalam impian yang belum sempat tercapai..? begitu banyak capaian-capaian yang sudah kita dapatkan sejak kecil entah yang direncanakan maupun tidak, entah yang di mimpikan ataupun tidak, hal ini semua terjadi karena kita pantas menerimanya atas usaha maupun perbuatan yang telah kita lakukan selama ini. Disadari maupun tidak, kita pantas mendapatkan hal tersebut.

Mungkin banyak juga mimpi-mimpi yang sudah kita rencanakan dalam angan dan sudah di create lewat usaha-usaha yang kita lakukan, mungkin masih banyak juga yang belum sempat terwujud, tau kenapa..? sederhana, hal ini karena kita belum pantas untuk mendapatkanya. Diri kita merasa belum pantas untuk mendapatkan semua mimpi-mimpi yang belum bisa kita gapai, hal ini karena dalam kunci kehidupan “ yang baik hanya untuk yang baik, yang buruk hanya unuk yang buruk juga”. Dari hal ini kita sudah mengerti bahwa mimpi-mimpi kita yang belum kita raih, yang belum sempat Tuhan kabulkan itu karena memang kita belum layak untuk mendapatkanya, karena diri kita belum layak untuk mendapatkanya. Sesuatu yang baik hanya untuk yang baik, maka baik-baikanlah diri kita supaya kita layak ntuk mendapatkan sesuatu yang baik juga.

Pernakah kita berfikir dan mengamati orang-orang sukses di sekeliling kita, pengusaha-pengusaha muda yang sukses di sekeliling kita dll, yang seirng kita jumpai adalah mereka mendapatkan kesuksesan itu semua atas usaha yang begitu tak terbayang di benak kita atas usaha-usaha yang luar biasa, sejak kecil dia harus berjuang  bla, bla bla dan seterusnya,,, menakjubkan. Untuk itulah mereka pantas mendapatkan sesuatu yang baik sesuai yang mereka harapkan, bahkan lebih..

Key words :

“Apa yang kita lakukan itu yang akan kita dapatkan”

“Indahkanlah dirimu supaya kamu pantas dan layak untuk mendapatkan yang indah” MT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...