Langsung ke konten utama

Renungan Pagi ( Sakit Itu Datang )

pagi-pagi ku terbangun, ku buka mata, ku pasang telinga dan ku hirup udara yang segar, ku gulingkan badanku kekanan dan ke kiri, ku ulurkan tanganku ke atas,,
sejenak ku terdiam, berfikir ke suatu massa yang belum pernah aku lalui, ku pandangi langit-langit kamar yang masih saja sama dari kemarin, pikiranku menerobos,
menembus dinding, masuk kedalam bayang ilusi. sejenak berhenti, kembalilah jiwaku pada dunia nyata, aku tersadar kalau badanku belum pulih benar setelah seharian
kemarin terbaring lemah tak berdaya, mengangkat kepala saja pun berat, samapai harus berusaha keras, walaupun pada akhirnya setelah terangkat jatuh terbaring lagi.
yasudahlah, mungkin memang Tuhan mengijinkanku unutk beristirahat, beristirahat dari kesibukan-kesibukan di keseharian sebagai anak kuliah dan aktif di organisasi.
tapi apalah daya, istirahatku tetap saja tidak bisa tenang karena di luar sana aku begitu terbebani oleh amanah-amanah yang kian menunggu, menumpuk, hati terkadang
malah menjadi tidak enek sendiri dan merasa terbebani.

siapa sih yang mau sakit..? saya rasa tidak ada satupun orang yang mau sakit, karena memang sakit itu tidak enak, banyak merepotkan orang lain dan sebagainya. tapi
aku coba berbenah dalam jiwa raga yang sedang lemah ini, mungkin ini cara Tuhan dalam memberikan kasih sayang-Nya, bagaimana mungkin seseorang dapat merasakan bahagia
kalau ia sendiri tak pernah merasakan yang namanya sakit,.? bagaimana seseorang akan merasa bersyukur atas nikmat sehat yang di terimia oleh manusia kalau manusia itu
sendiri tidak pernah tau yang namanya sakit, tidak pernah meraskan yang namanya sakit. mungkin ini semua teguran atas kelalaianku yang melupakan rasa Syukur pada-Mu.

kalau memang lah demikian maka maafkanlah atas semua kesombonganku ini Tuhan, biarkan Sakit ku ini menjadi penawar atas segala dosa yang telah ku lakukan.
bila engkau berkenan , masih memberiku kesempatan untuk hidup, makan naungilah aku selalu dalam limpahan kasih dan sayangmu, jauhkanlah diri hamba dari kesyirikan,
jadikanlah jiwa hambamu ini jiwa yang pandai bersyukur, sehingga jiwa ini selalu bahagia dalam menjalani hidup, jauhkanlah diri hamba dari
kekufuran dan kesombongan hidup yang mencelakakan. bimbinglah kami kejalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalanya orang-orang
yang engkau murkai, bukan pula jalannya orang yang sesat. Amiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...