Langsung ke konten utama

banyak titik dan banyak koma

apakah menulis buku harus sering membaca terlbih dahulu,,?
apakah benar seperti itu,,?
aku tak pernah berpikir kenapa dia begitu memotivasiku untuk bisa menulsi sebuah buku,,
mengetik satu prsatu huruf, menyusunyya supaya bisa membentuk sebuah makna,,
bukan hanya sebuah tapi suatu makna yang tentunya bisa di pahami oleh orang lain yang membacanya tentunya.,

aku begitu mempunyai angan2 yang tinggi untuk bisa menulis sebuah buku di tahun ini,
entah buku apa yang akan ku tulis , tapi yang jelas aku bercita2 untuk menulsinya,,
ada pikiran untuk menulis biografi pribadi, layaknya novel serial laskar pelangi,,
tapi apakah mungkin cerita hidupku yang tak karuan ini akan memotivasi banyak orang yang membacanya..?
ada pikiran juga untuk menulis ribuan puisi yang selalu terbayang -bayang dalam benak kepala,,
tapi apakah orang lain akan menyukainya.. layanknya puisi sang maestro terdahulu..?
ada pikiran juga untuk menulis sebuah cerpen , yah,, kisah romantika remaja,,
melihat kejadian seperti itu hanya akan menelantarkan hati yang tengah dirasa galau..
melihat semua hal diatas, semua mungkin saja bisa terjadi, mungkin,, yah,, mungkin
lalu buku seperti apa yang akan kutulis.?

hidup memang banyak angan-angan, siapa yang tak suka berangan-angan, apalagi masih muda seperti aku :)
kalau orang bilang, masih panjang harapannya.
begitu banyak lantunan-lantunan ayat-ayat abstrak masa depan, berpikir menerobos ruang dan waktu,
tanpa memperdulikan keadaan saat ini seperti apa, tanpa melihat landasan apa yang kita injak hari ini,,
""soalnya kalau kita fokus menatap kedepan dan harus clingukan ke bawah maka kita bisa terjatuh,, yah begitulah kira2""..

tak masalah bagiku untuk bermimpi, jika kita tak bermimpi, saya pastikan kita sedang dalam keadaan sadar..
oleh sebab itu, sudah biasalah kalau orang yang mempunyai mimpi sering di panggil crazy,, yang bahasa indonesianya ganteng :)
tak apa, tak apa, itu mah hanya perbedaan pendapat saja. seseorang mungkin akan mempunyai pemakaan yang berbeda terhadap suatu simbool,
itu hal yang wajar, wajar sekali sumpah,,
tak terasa baru mengetik sedikit, tapi bingung mau menulis apa lagi...
yasudahlah yang penting mengalir..

oya, akau kan cerita sedikit mengenai rahasia dalam hidupku,,
yah, oke, baik kita mulai ehmmm ehmm,,
" sejak aku dilahirkan di bumi ini aku (aduh kalo yang bagian ini aku sudah tidak ingat,,, lanjut aja ya :)
yap, ku mulai sejak akau masih SD saja,,
saat aku sekolah aku terlihat begitu menonjol dibandingkan dengan teman-teman saya,, Ehemmm..GR niih,,
sebentarr,, yap aku memang menonjol, bukan karena aku pintar, bukan pula karena aku bodoh, bukan pula karena aku aneh, dan bukan pula karena aku nakal,,
aku menonjol karena aku selalu terlihat paling kecil dan paling muda di 12 tahun serta 12 kelas yang pernah ku lalui...
aku memang mempunyai badan yang kcil,, seperti budi-budi yang lain ( kebanyakan ),,
#mungkin kalau dulu namaku wawan aku bakalan jadi orang yang besar badanya,, hehee
tai tak apa, tak masalah bagiku..
selain itu namaku juga sebuah nama yang sangat mudah di ingat, BUDI,, yah saya yakin semua orang di indonesia yang pernah sekolah pasti pernah menyebut namaku :)
begitulah kira-kira kenapa kau bisa menjadi sesosok orang yang menonjol,,

aku terlahir sebagai sesosok orang yang biasa2 saja, sama seperti orang-orang lain di sekitar, saya jarang sekali mendapatkan juara di kelas,,
karena saya tidak terlalu pintar, tapi juga saya rasa tidak terlalu bodoh,, :)
saya dilahirkan di keluarga yang belum kaya,, miskin...? yah,, mungkn kata yang tidak terlelu ironi yah ,, keluarga sederhana.. ")
dalam hal kekayaan, saya kira saya selalu menjadi ranking yang nomer wahid,, saya kira,, :) yap , tak apa, tak masalah bagiku...
karena memang inilah keadaanku,, dan keluargaku,, (emang sudah bekeluarga... ")

yah dalam keadaan yang seperti itu , sampai sekarang saya pikir saya hanyalah orang yang mendapat keberntungan...
siapa sangka bisa sampai saat ini, bisa kuliah,, yang sama sekali dulu pas waktu masih muda hampir tak ada bayang2 itu...
dari SD,, gak tau mau nerusin apa gak,, ehh,, ga tau2nya malah ketrima di salahsatu SMP yang tidak favorit,, :)
dari tamat SMP, gatau juga mau nerusin apa kagak,, orang tua rada takut kalau gak mampu biayai,, eh gatau2 malah ketrima di SMA,, ya lumayan favorit lah,, ada kemajuan :)
nah ini yang paling aneh,, lulus SMA (Alhamdulillah lulus) gtw juga mau nerusin kuliah apa gak,," kalau orang tua malah nyusruh aku kerja,,, :(
gak tau2nya ,,eh,, dengan perjuangan yang cukup keras (ngabisin uang banyak....#menurutku ) akhirnya malah ketrima di universitas,, negeri pula,, yah lumayan favorit lah,, hehe,, ada peningkatan lagi..
tapi waktu itu bingung,, orang tua mau nyaratin biayanya gak ya,, hehee,, Alhamdulillah mereka mau,, dan cukup bangga dengan diriku,, ciyeeee,,, dg sarat prihatin bareng2..
yah,, sampai dengan saat ini,, bisa menulis tulisan ini,, di semester lima...
saya hanya berprasangka bahwa garis hidup memang sudah di ukir oleh Tuhan dengan berbagai cabang,, tinggal kita mau memilih cabang yang mana untuk kita berjalan..
dan saya kira kenapa saya bisa seperti ni karena saya mendapat keberuntungan dari Tuhan,, tak tahu mau jadi apa besokk,, saya yakin keberuntungan akan selalu memihak kepada saya..
oleh karena itu saya mempunyai cita-cita yang sangat banyak,, karena dengan itulah sya berharap akan menjadi manusia yang benar-benar beruntung,,
baik sebagai individu ataupun sebagai makhlusk sosial ,,
karena memang manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain.. hhhmmm,, malah metu pelajaran kulaihe..


aduuhh,, pantant dah panas,, dah lama duuk sambil ngetikk,,, udah dulu yaaa,, kita lanjut besook,, :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...