Langsung ke konten utama

Naik-naik ke puncak gunung (gak terlalu tingi-tingi sekali)

Rasanya semua akan menjadi asyik dan menyenangkan kalau aku bercerita hal ini kepada kalian,,, semoga kalian tidak muntah-muntah ataupun kebelet ke kamar mandi, taupun jadi apar seteah membaca tulisan ini,, haha Amiin..
yah inilah sejarah awal berdirinya angka 20 yah,, angka keramat yang dipikirkan leh orang2 yang beranjak dari teens menjadi ty. huhu,, berkepala dua maksudnya,, yah inilah sejarah awal aku memasuki usiaku yang ke duapuluh,, emang sengaja aku pengen naik gunung pada hari pertama di usiaku yang ke duapuluh ini,, dan untungnya temen2ku support, walaupun mereka tak tahu kalau pada hari itu aku sedang berulang tahun,, heeem, hal inilah yang menyelamatkanku dari jebakan maut,, huaaa,, ngeriiy,, gak, maksudnya dari kejailan mereka,, seandainya mereka pada tahu mungkin saja aku bisa di ikat telanjang di atas gunung kemudian di tinggal jalan-jalan, atau bisa saja aku di ceburkan di sumur biar merinding kedinginan (emang diatas gunung ada sumur...?),, atau yang lebih parah lagi aku digantung dengan posisi terikat di pohon dan di tinggal pulang,, sampe nanti ada monyet2 di gunung yang menolongnya,, itupun nanti kalau aku sudah di ciumi sampai seluruh badan merah-merah.. huwaaaaaa,, ampun daah,, nah untungnya mereka kagak tau, so .. jiwaku selamat,,  Ahamdulillah.....
yah lanjut,, pada waktu itu kita berangkat pada tanggal 23 juni  hari kamis sore2,, kita mulai berangkat ke tempat lokasi sekitar pukul 13.30 dari basecamp.. sesampai di tempat lokasi sekitar mau maghrib,, dan akhirnya maghrib tung tung jedooor,kami mulai melakukan pendakian,,
bisa di bayangkan,,? malam jum'at kliwon dan pas waktu maghrib kami melakukan di pendakian dengan melewati jalan yang begitu mengerikan,, huaa,, melewati pohon-pohon yang besar, dan goa2 kecil yang mengerikan,, tebing yang curam dan suara-suara hewan yang mengerikan,,, bener-bener uji mental .. 
ada salahsatu tahap yang mengerikan pada waktu itu yaitu ketika kami melewati goa jepang. Goa ini terletak di antara dua lempeng tebing yang sangat curam dan kami harus melewati hanya dengan satu orang saja dengan tataran-tataran dinding yang sangat kecil,, pokoknya nanti kalau sampai jatuh bisa wassalam lah,, disitu juga banyak sekali suara-suara hewan yang mengerikan,, kayaknya ular juga banyak disitu,, ngerii pisan pokokelah,, bener2 uji adrenalin,, hmm..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...