mana sih yang lebih penting antara cinta dan sekolaah..?
ahh.. ngapain juga mbahas yang ini,, ganti aja...
saat sholat,, kenapa ya kadang ku merasa menjadi manusia yang sangat pandai berimajinasi..
semua bayangan-bayangan yang tak nampak menjadi nampak,,
lukisan-lukisan di air yang pudar jadi membeku, membentuk tekstur,,
seolah-olah kita menerobos ruang2 dimana kita bisa melihat diri kita sendiri dalam kehidupan, layaknya kita menonton sebuah film yag di aktori atau diperankan olah kita sendiri,,
yah,, apakah itu merupakan anugerah dari Tuhan ataukah memang seperti ustadz bilang bahwa itu adalah godaan setan,,?
entahalah, tapi sering ku merasa tatkala sholat muncul banyak inspirasi,, inspirasi,, walaupun terkadang setelah sholat itu selesai hilang lagi.. :)
kalau kita perhatikan memang benar, dan mungkin kalaian para pembaca yang budiman juga merasakan hal yang sama...
kadang ku merasa bahwa halitu memang merupakan keistimewaan sholat,, semua hal yang lupa akan menjadi ingat,, yah yanh,,
ternyata meninggalkan kehidupan dunia sejnak memang sangat sulit,,
saat sholat seharusnya kita bisa meninggalkan dramatisme kiehidupan ini, tapi saya rasa dan saya kira kita semua disii mengalami kesulitan,,
apakah itu menandakan bahwa kualitas ibadah kita masih rendah..? yah mungkin saja.. tidak mungkin lagi, tapi memang sudah jelas bahwa tingkat keimanan ku masih rendah..
dulu ,, saya rasa saya menjadi manusia yang sangat membanggakan Akhirat, hingga dunia tak begitu penting bangeet,,
perkembangan jaman , perkembangan hidup mengubah polapikir dan konsep imajinasi,, dirasa memang kita butuh hidup di dua hati,,
di dunia dan di akhirat,, saat2 itu saya rasa saya menjadi manusia yang seimbang,, mungkin karena semangat hidup sukses yang tinggi dan keimanan yang baik juga,,
aku merasa mejadai mnusia yang ideal,, menjalani hidup penuh dengan kebahagiaa, menjadi manusia yang benar2 Free..... itu dulu..
sekarang orang tua bilang bhwa saya terlalu memiliki kesibukan dunia yang berlebihan atau bisa dibilang memiliki akhiratnya kalah,,
saya kira juga seperti itu,, efeknya kehidupan jadi carut marut, sering setress pikiran dan yah,,, beginilah,,
saya tersadar ternyata kehidupan ideal itu harus mempunyai du hati, dunia dan akhirat,,
keduanya harus berjalan beriringan untuk mencapai kebahagiaan yang sejati.. :)
ahh.. ngapain juga mbahas yang ini,, ganti aja...
saat sholat,, kenapa ya kadang ku merasa menjadi manusia yang sangat pandai berimajinasi..
semua bayangan-bayangan yang tak nampak menjadi nampak,,
lukisan-lukisan di air yang pudar jadi membeku, membentuk tekstur,,
seolah-olah kita menerobos ruang2 dimana kita bisa melihat diri kita sendiri dalam kehidupan, layaknya kita menonton sebuah film yag di aktori atau diperankan olah kita sendiri,,
yah,, apakah itu merupakan anugerah dari Tuhan ataukah memang seperti ustadz bilang bahwa itu adalah godaan setan,,?
entahalah, tapi sering ku merasa tatkala sholat muncul banyak inspirasi,, inspirasi,, walaupun terkadang setelah sholat itu selesai hilang lagi.. :)
kalau kita perhatikan memang benar, dan mungkin kalaian para pembaca yang budiman juga merasakan hal yang sama...
kadang ku merasa bahwa halitu memang merupakan keistimewaan sholat,, semua hal yang lupa akan menjadi ingat,, yah yanh,,
ternyata meninggalkan kehidupan dunia sejnak memang sangat sulit,,
saat sholat seharusnya kita bisa meninggalkan dramatisme kiehidupan ini, tapi saya rasa dan saya kira kita semua disii mengalami kesulitan,,
apakah itu menandakan bahwa kualitas ibadah kita masih rendah..? yah mungkin saja.. tidak mungkin lagi, tapi memang sudah jelas bahwa tingkat keimanan ku masih rendah..
dulu ,, saya rasa saya menjadi manusia yang sangat membanggakan Akhirat, hingga dunia tak begitu penting bangeet,,
perkembangan jaman , perkembangan hidup mengubah polapikir dan konsep imajinasi,, dirasa memang kita butuh hidup di dua hati,,
di dunia dan di akhirat,, saat2 itu saya rasa saya menjadi manusia yang seimbang,, mungkin karena semangat hidup sukses yang tinggi dan keimanan yang baik juga,,
aku merasa mejadai mnusia yang ideal,, menjalani hidup penuh dengan kebahagiaa, menjadi manusia yang benar2 Free..... itu dulu..
sekarang orang tua bilang bhwa saya terlalu memiliki kesibukan dunia yang berlebihan atau bisa dibilang memiliki akhiratnya kalah,,
saya kira juga seperti itu,, efeknya kehidupan jadi carut marut, sering setress pikiran dan yah,,, beginilah,,
saya tersadar ternyata kehidupan ideal itu harus mempunyai du hati, dunia dan akhirat,,
keduanya harus berjalan beriringan untuk mencapai kebahagiaan yang sejati.. :)
Komentar
Posting Komentar