Langsung ke konten utama

judulnya DUA

mana sih yang lebih penting antara cinta dan sekolaah..?
ahh.. ngapain juga mbahas yang ini,, ganti aja...

saat sholat,, kenapa ya kadang ku merasa menjadi manusia yang sangat pandai berimajinasi..
semua bayangan-bayangan yang tak nampak menjadi nampak,,
lukisan-lukisan di air yang pudar jadi membeku, membentuk tekstur,,
seolah-olah kita menerobos ruang2 dimana kita bisa melihat diri kita sendiri dalam kehidupan, layaknya kita menonton sebuah film yag di aktori atau diperankan olah kita sendiri,,
yah,, apakah itu merupakan anugerah dari Tuhan ataukah memang seperti ustadz bilang bahwa itu adalah godaan setan,,?
entahalah, tapi sering ku merasa tatkala sholat muncul banyak inspirasi,, inspirasi,, walaupun terkadang setelah sholat itu selesai hilang lagi.. :)

kalau kita perhatikan memang benar, dan mungkin kalaian para pembaca yang budiman juga merasakan hal yang sama...
kadang ku merasa bahwa halitu memang merupakan keistimewaan sholat,, semua hal yang lupa akan menjadi ingat,, yah yanh,,
ternyata meninggalkan kehidupan dunia sejnak memang sangat sulit,,
saat sholat seharusnya kita bisa meninggalkan dramatisme kiehidupan ini, tapi saya rasa dan saya kira kita semua disii mengalami kesulitan,,
apakah itu menandakan bahwa kualitas ibadah kita masih rendah..? yah mungkin saja.. tidak mungkin lagi, tapi memang sudah jelas bahwa tingkat keimanan ku masih rendah..

dulu ,, saya rasa saya menjadi manusia yang sangat membanggakan Akhirat, hingga dunia tak begitu penting bangeet,,
perkembangan jaman , perkembangan hidup mengubah polapikir dan konsep imajinasi,, dirasa memang kita butuh hidup di dua hati,,
di dunia dan di akhirat,, saat2 itu saya rasa saya menjadi manusia yang seimbang,, mungkin karena semangat hidup sukses yang tinggi dan keimanan yang baik juga,,
aku merasa mejadai mnusia yang ideal,, menjalani hidup penuh dengan kebahagiaa, menjadi manusia yang benar2 Free..... itu dulu..
sekarang orang tua bilang bhwa saya terlalu memiliki kesibukan dunia yang berlebihan atau bisa dibilang memiliki akhiratnya kalah,,
saya kira juga seperti itu,, efeknya kehidupan jadi carut marut, sering setress pikiran dan yah,,, beginilah,,
saya tersadar ternyata kehidupan ideal itu harus mempunyai du hati, dunia dan akhirat,,
keduanya harus berjalan beriringan untuk mencapai kebahagiaan yang sejati.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...