Langsung ke konten utama

Menunggu Bis "CINTA"

Seperti naik bis angkutan kota saat sekolah dulu,,
banyak sekali bis yang berhenti dan menyuruh kita untuk masuk ke dalam bis tersebut,,
tapi yang terjadi,, kita enggan menaikinya karena kita menunggu bis favorit kita, padahal belum tentu bis tersebut beroperasi,,
hingga akhirnya kita harus menunggu lama, dan sering kita telat karenanya..
atau kadang bis tersebut sudah penuh dan kita harus berdesak-desakan dengan penumpang yang lain,,
bahkan bis tersebut tidak mau berhenti di hadapan kita karena sudah penuh degan muatan,,
lalu pa yang akan kita rasakan..? kecewa,,,? yah sering kali hal tersebut membuat kita sakit hati,, :(

kira-kira seperti itulah dramatisme kehidupan cintaku , cintamu, cinta dia, cinta kita..
banyak orang yang suka kepada kita,, dan karena alasan yang sangat sepele,, tidak level lah, kurang cantik lah, kurang blb bla bla...
akhirnya mereka semua kita lewatkan dan,,, lewat dari kita.. pegi,,
kita lebih memilih menunggu seseorang yang kita inginkan, yang cantik, yang seksi, yang kaya,, yang pinter, yang blb bla bla,, gubrags..
ternyata sangat jarang sekali orang yang standard dengan standar kita,,,
dan kalaupun ada belum tentu ia mau dengan kita,,
alhasil seperti bus tadi,,, kita jadi gak dapet apa-apa... bukan begitu,, :(
apakah kita akan tetap menunggu,,? mungkinkah kita menunggu sampai ayam melahirkan..? hahhha,, mutahill,, tapi kalau mau gapapasih,, :)

pertanyaanya adalah,, Lalu bagaimana..?

yah,, aku sendiri juga bingung mau gimana,,, pikir sendiri aja ya,, :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...