Aku terbangun, berlari mendahului waktu, Ketika semua masih dalam batas mimpi,,
Aku terbangun berlari
menjauh dari datangnya cahaya yang begitu cepat merambat,
Ketika semua orang menunggu cahaya itu..
Aku duduk, diam dan tersungkur di tepian waktu mengamati, menatap setiap wajah yang lewat di hadapanku, berharap ada orang yang menyapaku dan membawaku pulang menemui kebahagiaan,,
Semua kosong, semua orang, mengabaikanku, tak peduli...
Aku semakin gelisah di pinggiran waktu..
Kenapa orang-orang begitu egois, mereka tidak mau menerima apa yang menjadi kelemahanku, suatu ketika aku bertanya pada Tuhan..
Dimana kesedihan dan kebahagiaan akan terantai dalam satu wadah yang agung?
Aku berfikir,,
Adakah dia disana yang masih juga gelisah di kejar bayangan..
Aku semakin tersadar dengan jawaban dari menatap Tuhan yang bisu..
Aku memang belum layak untuk mendapatkan itu semua..
Aku tersadar dari jawaban Tuhan yang bisu, bahwa aku sendiri terlalu sibuk membuat mereka tertawa dan
Melupakan diri ini sendiri..
Andai saja
# catatan keripik batu
Aku terbangun berlari
menjauh dari datangnya cahaya yang begitu cepat merambat,
Ketika semua orang menunggu cahaya itu..
Aku duduk, diam dan tersungkur di tepian waktu mengamati, menatap setiap wajah yang lewat di hadapanku, berharap ada orang yang menyapaku dan membawaku pulang menemui kebahagiaan,,
Semua kosong, semua orang, mengabaikanku, tak peduli...
Aku semakin gelisah di pinggiran waktu..
Kenapa orang-orang begitu egois, mereka tidak mau menerima apa yang menjadi kelemahanku, suatu ketika aku bertanya pada Tuhan..
Dimana kesedihan dan kebahagiaan akan terantai dalam satu wadah yang agung?
Aku berfikir,,
Adakah dia disana yang masih juga gelisah di kejar bayangan..
Aku semakin tersadar dengan jawaban dari menatap Tuhan yang bisu..
Aku memang belum layak untuk mendapatkan itu semua..
Aku tersadar dari jawaban Tuhan yang bisu, bahwa aku sendiri terlalu sibuk membuat mereka tertawa dan
Melupakan diri ini sendiri..
Andai saja
# catatan keripik batu
Komentar
Posting Komentar