Langsung ke konten utama

Saat dunia Masih Gelap

saat itu dunia masih gelap,,

CC : budibisa

bukan karena tidak adanya cahaya,
bahkan burung-burung Bangaupun memilih
untuk tetap tinggal di sarangnya daripada keluar,
dan harus kepanansan..
Angin masih saja kencang,
saat itu dunia masih gelap..
tumpukan-tumpukan harapan akan hidup yang terang
terus menghantui jalannya nafas..
saat itu dunia masih gelap,
dimana hidup dalam keramaian tak menjadi jaminan dari ramainya hati,,
ibarat didalam kawanan yang bisu, tuli dan buta, tak ada rasa..

aku yang ada disini, duduk dengan tumpuhan harapan
masih saja berfikir memahami, bagaimanan lidah dan sikap ini harus berdiri,,
aku yang masih disini, berdiri dengan tumpuhan kaki yang jalang,,
masih saja berfikir memahami, bagaimana kaki harus melangkah untuk bisa berlari,,
aku yang masih disini, mencoba untuk berlari dengan acuan harapan,,
masih saja berfikir memahami, bagaimana untuk tidak terjatuh dan terulang,,

saat angin berbisik, aku mulai tersadar,,
aku butuh penerang, bukan cahaya yang menyilaukan..
aku butuh perjalanan, bukan setapak jalan bercabang yang meyesatkan..
aku butuh pengakuan, bukan pandangan dan ucapan, lalu terlupakan..
aku butuh perhatian, bukan sentuhan yang terus terabaikan,,
Aku butuh KAU, bukan segala yang kau tunjuk dengan telunjuk bIru-mu..

Saat itu dunia sudah terang,,
aku berlari memutar membentuk lingkaran,
Aku telah Berhasil mendapatkanmu.. — at #syindrom|keripik|batu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akal dan logika

Jika aku berandai-andai, berlari menembus batas imajinasi menyelinap diantara bebatuan yang kasar kemudian aku bersembunyi di sekitarnya.. Duduk terdiam dan tersungkur keragu-raguan,, Mengamat-amati disetiap sudut batas pandangan mata yang bias karena cahaya.. Aku berfikir lagi dan nyatanya kutemukan sebuah pertanyaan yang tak bertulang.. " Kenapa aku harus berlari, bersembunyi bahkan d tempat yan g jauh..? Sedangkan aku masih saja mengamat-amati perang antara hati dan logika dalam diri ini.. Ku katakan kepada mereka.. Seandainya aku mati, akan ada di manakah kalian? Apakah logika dan hati akan terus bertengkar? Sejenak mereka diam.. Kedua mata tertuju pada sudup pandangan yang berbeda, kemudian mendekat dan akhirnya semua tertuju padaku yg wajahnya sedang kepayahan.. Masih kutatapi mereka,, Sungguh sayang jika aku harus kehilangan kalian., Batas dari segala kemampuanku adalah kalian.. Kalian adalah sisi terbaik dalam hidup ini.. Jika hati tersakiti logika punya bny...

jenuh berada di dalam titik

Jenuh berada dalam titik.. Siapa ya aku ini.? Kenapa sekarang aku bisa da di sini.? Hari-hari yang pendek akan selamanya pendek,, Hari hari yang panjang akan selamanya panjang,, Hanya rasa-lah yang akan membuat semuanya menjadi seperti itu Aku yang bimbang kini telah mengalami kebingungan,, kenapa aku koq bisa bimbang,? Apakah karena banyak pekerjaan , rutinitas sehari-hari yng membosankan? , yah mungkin karena itu.. Hidup ini terasa monoton bagiku saat ini,, tidak ada hal yang membanggakan kecuali dapat tidur , bangun , makan, tidur, bangun makan, seperti hewan,, pun kini telah menjadi hal yang membosankan juga,, Mungkin dengan duduk, di dean komputer, menjelajahi dunia, memperluas cakrawala, berinteraksi dengan orang asing yang akrab, ataupun hanya sekedar mencari kenikmatan sesaat, pun kini telah menjadi hal yang menjenuhkan. Aku juga tak tahu, kenapa rasa-rasanya hidup sekarang ini begitu membosankan, aku kehilangan aku yang benar-benar aku, aku yang aku, aku yang kata ka...