Kuturunkan nadaku, kugulirkan badanku merangkak, menuruni tebing jurang yang kelam..
Terus kebawah, melewati akar-akar kehidupan yang hampir saja rapuh..
Terus ku turuni dunia, masuk hingga kedalam lapisan-lapisan bumi, menembus sampai ke inti bumi..
Kutenangkan jiwaku,
Kulihat dunia dari sudut terbawah dari kehidupan..
Sungguh, kulihat manusia itu rakus, mereka yang berkulit, putih, hitam dan semua segala jenis warna kulit, sungguh manusia itu angkuh..
Ketika ku diam, semesta berbisik,
'manusia bisu bila bersyukur'
Aku menatap bayangan diriku yang tak nampak di cermin batu..
Tuhan maafkan aku, atas bisunya diriku dg nikmat Mu..
Nyanyian subuh | keripik batu |budibisa
Terus kebawah, melewati akar-akar kehidupan yang hampir saja rapuh..
Terus ku turuni dunia, masuk hingga kedalam lapisan-lapisan bumi, menembus sampai ke inti bumi..
Kutenangkan jiwaku,
Kulihat dunia dari sudut terbawah dari kehidupan..
Sungguh, kulihat manusia itu rakus, mereka yang berkulit, putih, hitam dan semua segala jenis warna kulit, sungguh manusia itu angkuh..
Ketika ku diam, semesta berbisik,
'manusia bisu bila bersyukur'
Aku menatap bayangan diriku yang tak nampak di cermin batu..
Tuhan maafkan aku, atas bisunya diriku dg nikmat Mu..
Nyanyian subuh | keripik batu |budibisa
Komentar
Posting Komentar